🍃🌸🍃Mola Hidatidosa(Hamil Anggur)🍃🌸🍃

24/12/2014

🍃🌸🍃Mola Hidatidosa(Hamil Anggur)🍃🌸🍃

🍇 Barangkali, banyak dari kita yang sudah pernah mendengar tentang “hamil anggur”. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan “hamil anggur”? Apa saja tanda-tandanya? Bisakah “hamil anggur” diharapkan berkembang menjadi kehamilan normal?

🍇 “Hamil anggur” dalam bahasa medis disebut “mola hidatidosa”, berasal dari bahasa Latin dimana mola berarti massa atau benjolan, dan hydats berarti tetesan air. Mola hidatidosa merupakan salah satu kegagalan perkembangan kehamilan, dimana jaringan permukaan membran plasenta (disebut vili) berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan yang bergerombol mirip buah anggur. Karena mola merupakan massa, maka mola dapat dikategorikan sebagai tumor.

🍇 Sebab terjadinya mola hidatidosa sampai saat ini belum diketahui secara pasti, kemungkinannya antara lain:
🔅Sel telur /ovum sebenarnya sudah mati saat dikeluarkan dari indung telur
🔅Ibu sudah terlalu sering melahirkan
🔅Ibu kekurangan gizi terutama protein
🔅Adanya infeksi
🔅Umur, risiko lebih tinggi pada ibu hamil berusia <20 tahun dan >40 tahun

🍇 Apa saja gejala dan tandanya?
Pada awalnya, tanda kehamilan mola hidatidosa sama seperti kehamilan normal lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, pada trimester pertama akan dijumpai gejala dan tanda yang tidak biasa terjadi pada kehamilan normal, dapat berupa:
🔅Perdarahan dari jalan lahir berwarna coklat gelap sampai merah terang , bervariasi dari sekadar flek sampai perdarahan yang banyak.
🔅Seringkali perdarahan disertai dengan keluarnya gelembung-gelembung berisi cairan.
🔅Hiperemesis gravidarum atau mual muntah berlebihan.
🔅Rahim lebih besar dari yang seharusnya berdasarkan usia kehamilan (pada mola komplit).
🔅Rahim lebih kecil dari yang seharusnya berdasarkan usia kehamilan (pada mola parsial atau disebut miss aborsi)
🔅Rahim terasa lembek jika diraba.
🔅Tidak tereteksi aktivitas janin.
🔅Sering didapati tekanan darah tinggi maupun preeklampsia pada usia kehamilan <24 pekan.
🔅Anemia (kurang darah).
🔅Pada pemeriksaan darah akan ditemui kadar HCG yang sangat tinggi (HCG adalah hormon yang dihasilkan oleh jaringan plasenta sehingga normal terdapat pada semua kehamilan, bahkan keberadaan hormon HCG digunakan sebagai penentu seseorang hamil atau tidak. Namun pada mola hidatidosa, jumlah hormon HCG akan sangat tinggi).
🔅Pada pemeriksaan USG didapati gambaran mola hidatidosa dan tidak didapati bagian janin atau aktivitas janin (gerakan, perkembangan janin, dan denyut jantung janin).

🍇 Mola hidatidosa dibagi menjadi mola komplit (mola hidatidosa) dan mola parsial/sebagian (miss aborsi). Disebut mola komplit jika janin sama sekali tidak berkembang, dan mola parsial jika didapati sebagian bagian janin. Karena merupakan tumor, dapat pula dijumpai bentuk ganas dari mola hidatidosa. Bentuk ganas ini dapat menembus dinding rahim sehingga membuat dinding rahim berlubang, dan dapat menyebar ke organ lain melalui peredaran darah.

🍇 Kehamilan mola tidak bisa berkembang menjadi kehamilan normal sehingga harus dikeluarkan dengan jalan:
🔅Kuret, dilakukan pada sebagian besar kasus. Jaringan yang telah dikeluarkan kemudian diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya keganasan.
🔅Pengangkatan rahim (histerektomi), dilakukan untuk menghindari terjadinya keganasan, pada wanita yang berusia >35 tahun, memiliki anak hidup di atas 3 orang, dan sudah tidak ingin memiliki anak.
Setelah pengeluaran jaringan, kadar HCG dalam darah akan terus dipantau sampai menjadi negatif. Jika kadar HCG sudah negatif,  pemantauan akan terus dilakukan tiap pekan sampai tiga pekan berikutnya untuk memastikan HCG tetap negatif. Pemantauan kadar HCG dilanjutkan satu bulan sekali selama 6 bulan. JIka kadar HCG masih tetap atau justru meningkat, berarti masih ada sisa jaringan yang tidak dapat dibersihkan, kemungkinan ganas karena telah menembus dinding rahim atau menyebar ke organ lain sehingga perlu dilakukan kemoterapi.
Sebaiknya, penderita tidak hamil dulu sampai 6-12 bulan setelah pemantauan selesai, karena wanita yang hamil terlalu cepat setelah kehamilan mola memiliki risiko lebih besar mengalami hamil anggur lagi. Selain itu, adanya kehamilan akan mengacaukan hasil pemamntauan hormon HCG.

🍇 Dengan izin Allah, saat ini sudah dapat dilakukan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, sehingga kematian akibat mola hamper tidak pernah dijumpai. Meskipun demikian, penyakit ini peru diwaspadai dengan cara memeriksakan kehamilan secara rutin karena 20%nya merupakan keganasan.

والله اعلم بالصواب

✒dr. Dianika Ummu Raihana
(Telah dikoreksi dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, M. Kes)

🍯BIKUM🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published