🍃🍃 KOMPLIKASI/PENYULIT KEHAMILAN (Bagian 2) 🍃🍃

23/12/2014

بسم الله الرحمن الرحيم

🍃🍃 KOMPLIKASI/PENYULIT KEHAMILAN (Bagian 2) 🍃🍃 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Pada pembahasan yang lalu kami telah mengemukakan mengenai point2 penting yang menjadi komplikasi/penyulit selama kehamilan. Pada kesempatan kali ini akan kami ulas satu persatu penjelasannya.

🍃🍃🌸Komplikasi Kehamilan Trimester 1🌸🍃🍃

Diantaranya adalah :
👉 Abortus
👉 Hiperemesis Gravidarum
👉 Mola Hidatidosa
👉 Kehamilan Ektopik

🍃🌸🍃Abortus🍃🌸🍃

🌸Abortus adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar rahim.

Janin dianggap mampu hidup setelah usia kehamilan 20 – 24 minggu, dengan berat janin lebih dari 500 gram atau lingkar kepala lebih dari 18 cm.

🌸 Abortus dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
🍃1. Abortus spontan, yang disebabkan oleh sebab-sebab yang alami

    🍃2. Abortus terapeutik yaitu usaha penghentian kehamilan dengan sengaja karena alasan medis.

     🍃3. Abortus elektif yang dilakukan karena alasan pribadi.

🌸Pada bahasan ini, hanya akan dibahas mengenai abortus spontan.

🚦 Penyebab abortus spontan diantaranya :
🔸Gangguan sistem hormon (kadar progesteron yang tidak normal)
🔸Kelainan pada kelenjar thyroid
🔸 Diabetes yang tidak terkontrol
🔸 Kelainan pada alat reproduksi
🔸 Infeksi sistemik atau infeksi di endometrium (penyebab: rubella, cytomegalovirus, herpes genital aktif, toksoplasma, Chlamidia, Treponema, Listeria, dan Mycoplasma)
🔸 Penyakit autoimun (lupus eritematosus)
🔸 Faktor genetik.

Diagnosis abortus spontan terjadi dalam beberapa jenis, yaitu: abortus mengancam (abortus iminens), abortus yang tidak bisa dihindari dan sedang terjadi (abortus insipiens), abortus dengan janin meninggal dalam rahim (missed abortion), dan abortus dengan sebagian janin sudah keluar dari cavum uteri (abortus inkompletus).

Abortus spontan dapat terjadi berulang-ulang yang disebut abortus habitualis. Abortus yang terjadi dan disertai gejala infeksi disebut abortus septik.

1⃣ Abortus Iminens

Abortus iminens adalah ancaman akan terjadinya abortus. Setiap kali terjadi perdarahan pada awal kehamilan, dapat dimungkinkan terjadi abortus iminens. Abortus iminens ini dapat disertai nyeri akibat kram pada abdomen bawah atau nyeri pada punggung bawah, tetapi umumnya tidak disertai nyeri. Abortus iminens ditandai dengan adanya bercak darah, dan serviks (Ostium Uteri Eksternum/ OUE) menutup.

💊 Penanganan pertama jika terjadi gejala di atas adalah dengan istirahat, mencegah stres, dan jangan berhubungan intim dengan suami unttuk sementara.

2⃣ Abortus Insipiens dan Abortus Inkompletus

💦Abortus insipiens merupakan abortus spontan yang sedang berlangsung. Hal ini terjadi ketika ada pembukaan serviks / mulut rahim, atau pecahnya selaput ketuban disertai perdarahan dan nyeri pada abdomen bawah dan punggung, tidak disertai dengan pengeluaran hasil konsepsi.

💦 Abortus inkompletus adalah abortus spontan yang terjadi dimana sebagian buah kehamilan sudah keluar. Apabila pengeluaran buah kehamilan telah terjadi seluruhnya, maka disebut dengan abortus kompletus.

💊 Penatalaksanaannya adalah: konsultasi dengan dokter untuk terminasi kehamilan (pada abortus insipiens dan abortus inkompletus). Calon ibu sebaiknya malkukan pemeriksaan USG untuk mengetahui keadaan janin di rahim. Jika sudah keluar semua (abortus kompletus) biasanya tidak diperlukan tindakan.

3⃣ Missed Abortion

Pada abortus jenis ini, janin telah meninggal, tetapi hasil konsepsi masih berada di dalam rahim ibu selama beberapa jangka waktu tertentu (dua minggu atau lebih). Hal ini terjadi karena mungkin tidak terjadi perdarahan yang, OUE masih tertutup dan abortus spontan tidak terjadi.

⚡ Tanda dan gejala terjadinya missed abortion diantaranya :
~ terdapat bercak darah (spotting) atau perdarahan yang banyak dapat disertai nyeri abdomen atau punggung (bisa ya, bisa tidak)
~ ukuran rahim mengecil dari ukuran yang seharusnya untuk usia kehamilan
~ apabila sebelumnya ibu sudah merasakan gerakan janin, maka gerakan janin tidak dirasakan lagi
~ kelenjar payudara yang sebelumnya mengalami perubahan, kembali ke keadaan semula
~ saat pemeriksaan dilakukan, tidak terdengar bunyi denyut jantung janin.

⚡ Apabila seorang wanita dicurigai mengalami missed abortion, maka sebaiknya segera untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memastikan kematian janin. Pada kasus ini, ibu beresiko mengalami gangguan pembekuan darah (Disseminated Intravascular Coagulopathy/DIC). Untuk itu, tindakan segera yang dilakukan adalah  pengeluaran hasil konsepsi/pembuahan.

والله اعلم بالصواب

✒dr. Mujahidah Husna
Telah dikoreksi dr. Agustina Aisyah, Sp. PK, M. Eks

🍯BIKUM🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published