Komplikasi Kehamilan (bagian 7)

⏰🌸⏰🌸⏰🌸⏰🌸⏰

بسم الله الرحمن الرحيم

🎀 ⓙ ⓤ ⓜ ⓐ ⓣ
📆 4 Dzulhijjah 1436 H / 18 September 2015

〰〰🌸〰🌸〰🌸〰〰

🔄 Komplikasi Kehamilan
(bagian.7)

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📈 HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN, PREEKLAMPSIA, DAN EKLAMPSIA.

✒Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai preeklamsia. Komplikasi ini perlu diwaspadai karena merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian ibu hamil di Indonesia di samping perdarahan. Pembahasan akan digabung dengan hipertensi yang menjadi ciri utama preeklamsia.

1⃣ HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

🔖Definisi.

👉🏼Hipertensi adalah tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik pada dua kali pemeriksaan berjarak 4-6 jam pada wanita yang sebelumnya normotensi.

☝🏽Bila tekanan darah ibu hamil tinggi (≥140/90 mmHg) akan dilakukan pemeriksaan kadar protein urin untuk menentukan apakah hanya hipertensi atau sudah termasuk preeklamsia.

👓 Faktor predisposisi/pemicu:

1. Kehamilan kembar
2. Penyakit trofoblas
3. Hidramnion (air ketuban berlebih)
4. Diabetes melitus
5. Gangguan vaskuler plasenta
6. Faktor herediter (keturunan)
7. Riwayat preeklampsia sebelumnya
8. Obesitas sebelum hamil

🔖Macamnya :

🌸Hipertensi Kronik🌸

🌷 Definisi

Hipertensi tanpa proteinuria yang timbul dari sebelum kehamilan dan menetap setelah persalinan

🌷 Diagnosis

1. Tekanan darah ≥140/90 mmHg
2. Sudah ada riwayat hipertensi sebelum hamil, atau diketahui adanya hipertensi pada usia kehamilan <20 minggu 3. Tidak ada proteinuria (diperiksa dengan tes celup urin) 4. Dapat disertai keterlibatan organ lain, seperti mata, jantung, dan ginjal 🌷 Tatalaksana 1. Istirahat lebih banyak. 2. Jika sebelum hamil sudah mendapat obat antihipertensi, dan terkontrol dengan baik, lanjutkan pengobatan tersebut, tetapi harus dikonsultasikan dengan dokter yang merawat. TIDAK semua obat hipertensi boleh untuk ibu hamil. 3. Jika pada pemeriksaan rutin kemudian timbul proteinuria atau tanda-tanda dan gejala lain, ada kemungkinan diagnosis berubah menjadi superimposedpreeklampsia dan ditangani seperti preeklampsia 4. Periksa secara rutin pertumbuhan dan kondisi janin. - Jika tidak ada komplikasi, dapat ditunggu sampai aterm. - Jika terdapat pertumbuhan janin terhambat atau terjadi gawat janin akan dipertimbangkan terminasi kehamilan. 🌸Hipertensi Gestasional🌸 🌷 Definisi Hipertensi tanpa proteinuria yang timbul setelah kehamilan 20 minggu dan menghilang setelah persalinan 🌷 Diagnosis 1. Tekanan darah ≥140/90 mmHg 2. Tidak ada riwayat hipertensi sebelum hamil, tekanan darah normal di usia kehamilan <12 minggu 3. Tidak ada proteinuria 4. Diagnosis pasti ditegakkan pascapersalinan 🌷 Tatalaksana 1. Rutin memantau tekanan darah, urin (untuk proteinuria), dan kondisi janin setiap minggu. 2. Jika tekanan darah meningkat, akan ditangani sebagai preeklampsia ringan. 3. Jika kondisi janin memburuk atau terjadi pertumbuhan janin terhambat, akan dirawat untuk penilaian kesehatan janin. 4. Waspada tanda bahaya dan gejala preeklampsia dan eklampsia. 5. Jika tekanan darah stabil, janin dapat dilahirkan secara normal. 2⃣ PREEKLAMPSIA dan EKLAMPSIA pembahasannya akan dilajutkan pada tulisan selanjutnya in syaa Allah. ✒dr.Mujahidah Husna Telah dikoreksi dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, M. Kes 🍯Majmu'ah BIKUM🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published