Sectio Caessaria

_________

بسم الله الرحمن الرحيم

Sectio Caessaria

❓Apa itu Sectio Caessaria?
Sectio caesarea, atau SC, atau bedah Caesar merupakan prosedur bedah untuk mengeluarkan janin melalui sayatan pada dinding perut dan rahim.

Pada dasarnya, bisa melahirkan secara normal adalah kodrat setiap wanita. Namun ada kalanya dijumpai keadaan (indikasi) yang menyebabkan persalinan melalui jalan lahir tidak mungkin dilakukan.

Keadaan/indikasi-indikasi tersebut di antaranya:

A Keadaan ibu

1⃣ Kesehatan Umum Ibu
Misalnya pada kasus tenaga ibu lemah, ibu kelelahan mengejan, ibu menderita penyakit jantung, dsb.

2⃣ Usia
Ibu yang melahirkan untuk pertama kali pada usia di atas 35 tahun, memiliki resiko lebih besar melahirkan secara SC. Pada usia ini, biasanya seseorang memiliki penyakit yang beresiko, misalnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, dan
preeklamsia.

3⃣ Tulang Panggul
Ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin yang dapat menyebabkan ibu tidak melahirkan secara alami.

4⃣ Persalinan sebelumnya dengan sectio caesarea
Sebenarnya, persalinan melalui bedah caesar tidak mempengaruhi persalinan selanjutnya harus berlangsung secara operasi atau tidak.
Apabila memang tidak ada indikasi yang mengharuskan SC, persalinan bisa saja dilakukan tergantung kondisi.

5⃣ Hambatan Jalan Lahir
Adanya gangguan pada jalan lahir, misalnya jalan lahir yang kaku sehingga
tidak memungkinkan adanya pembukaan atau ada tumor yang menghalangi jalan lahir.

6⃣ Kelainan Kontraksi Rahim
Jika kontraksi rahim lemah dan tidak terkoordinasi atau leher rahim tidak dapat melebar pada proses persalinan yang tidak dapat diatasi dengan induksi, SC perlu dilakukan.

7⃣ Ketuban Pecah Dini
Robeknya kantung ketuban sebelum waktunya dapat menyebabkan bayi
harus segera dilahirkan. Kondisi ini membuat air ketuban merembes ke luar
sehingga tinggal sedikit atau habis.
Pada ketuban pecah dini, persalinan dapat berlangsung secara normal, dengan indikasi, atau SC tergantung kondisi.

8⃣ Infeksi Menular Seksual
Jika ibu menderita infeksi menular seksual, janin dipertimbangkan lahir secara SC agar tidak tertular.

9⃣ Rasa Takut Kesakitan
Umumnya, seorang wanita yang melahirkan secara alami akan mengalami proses rasa sakit.
Namun jika rasa sakit ini menyebabkan cemas berlebihan yang mengganggu kondisi psikis yang tidak dapat di atasi, persalinan SC dapat dipertimbangkan.

B KeadaanJanin

1⃣ Ancaman Gawat Janin
Detak jantung janin melambat atau terlalu cepat. Normalnya detak jantung janin berkisar 120-160 kali per menit.

2⃣ Bayi Besar (makrosemia)

3⃣ Kelainan letak atau presentasi janin yang tidak dapat dikoreksi.
Misalnya pada ibu yang baru pertama kali melahirkan dengan janin sungsang lebih dari 3000 gram.
Atau pada letak lintang karena biasanya juga disertai kelainan letak plasenta.
Dan masih banyak contoh yang lain.

4⃣ Janin kembar dengan posisi janin sedemikian rupa sehingga kedua janin tidak dapat melewati jalan lahir secara normal.

C Faktor Plasenta

1⃣ Plasenta previa
Posisi plasenta terletak dibawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

2⃣ Solutio placenta
Kondisi ini merupakan keadaan plasenta yang lepas lebih cepat dari dinding rahim sebelum waktunya.
Persalinan dengan operasi dilakukan untuk menolong janin segera lahir sebelum ia mengalami kekurangan oksigen atau keracunan air ketuban.
Selain itu juga untuk menyelamatkan nyawa ibu agar tidak banyak kehilangan darah.

3⃣ Plasenta accreta
Merupakan keadaan menempelnya plasenta di otot rahim.
Pada umumnya
dialami ibu yang mengalami persalinan yang berulang kali, ibu berusia rawan untuk hamil (di atas 35 tahun), dan ibu yang pernah operasi (operasinya meninggalkan bekas yang menyebabkan menempelnya plasenta.

D Kelainan Tali Pusat

1⃣ Prolaps tali pusat (tali pusat menumbung)
Keadaan penyembulan sebagian atau seluruh tali pusat.
Pada keadaan ini,
tali pusat berada di depan atau di samping atau tali pusat sudah berada di
jalan lahir sebelum bayi. Jika dipaksakan melewati jalan lahir, tali pusat akan terjepit sehingga oksigen tidak dapat tersalurkan ke janin.

2⃣ Terlilit tali pusat
Lilitan tali pusat ke tubuh janin tidak selalu berbahaya. Selama tali pusat
tidak terjepit atau terpelintir maka aliran oksigen dan nutrisi dari plasenta
ke tubuh janin tetap aman. Selain itu, jika sisa tali pusat yang tidak terlilit masih cukup panjang, janin masih dapat turun ke jalan lahir sehingga persalinan normal masih dapat dilakukan.

والله أعلم بالصواب

✒ dr. Dianika Um Raihana

Dipublikasikan_____________
☀ يوم الجمعة، ٢٤ المحرم ١٤٣٧ ه‍
ⓙⓤⓜ’ⓐⓣ, 6 November 2015 M

Majmu’ah BIKUM

بسم الله الرحمن الرحيم.

Sectio Caessaria (bagian 2)

Persalinan SC seharusnya dilakukan jika memang ada indikasi medis, bukan karena pasien tidak mau menanggung rasa sakit. Jika tidak ada indikasi medis, persalinan normal tetap harus diusahakan.

Sectio Caessaria memang memiliki beberapa kelebihan di antaranya proses persalinan lebih singkat, rasa sakit minimal, dan tidak melukai jalan lahir. Namun di sisi lain, sectio caessaria juga memiliki berbagai kekurangan, di antaranya:

Risiko kematian lebih besar dibanding persalinan normal.

Darah yang dikeluarkan lebih banyak dibanding persalinan normal.

Rasa nyeri dan penyembuhan luka pascaoperasi lebih lama dibandingkan persalinan normal.

Jahitan bekas operasi berisiko terkena infeksi.

Perlekatan organ bagian dalam karena noda darah tak bersih.

Kehamilan dibatasi dua tahun setelah operasi.

Kemungkinan dicaesar lagi saat melahirkan kedua dan seterusnya lebih besar.

Pembuluh darah dan kandung kemih bisa tersayat pisau bedah.

Air ketuban dapat masuk pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kematian mendadak saat mencapai paru-paru dan jantung.

Risiko kematian bayi lebih besar dibandingkan dengan bayi yang lahir melalui proses persalinan biasa.

Bayi lebih mudah mengalami sesak napas karena karena cairan dalam paru-parunya tidak keluar. Pada bayi yang lahir normal, cairan itu keluar saat terjadi tekanan.

Bayi yang baru dilahirkan secara SC sering mengantuk karena obat bius yang diberikan kepada sang ibu juga mengenai bayi.

Kekebalan bayi yang dilahirkan secara SC tidak sebaik bayi yang dilahirkan secara normal karena bayi tidak terpapar flora normal yang ada jalan lahir.

Melihat risiko-risiko diatas, sudah sepantasnya seorang ibu berusaha sejak awal kehamilan agar dapat melahirkan secara alami. SC seharusnya menjadi pilihan terakhir jika persalinan secara alami memang tidak dapat dilakukan.

Sebaliknya, jika memang ada indikasi medis berdasarkan keterangan dokter yang dapat dipercaya, jangan ragu untuk melahirkan secara SC. Jangan memadharatkan diri sendiri ataupun janin antunna dengan memaksakan diri melahirkan secara normal padahal dokter sudah melarang.

✒️Wallahu a’lam bish-shawab

✍dr. Dianika Umm Raihana.

Dipublikasikan:
Jum’at, 15 SHAFAR 1437 H / 27 NOVEMBER 2015 M .

Majmu’ah BIKUM

https://telegram.me/Majmuah_Bikum (wanita)
https://telegram.me/thibbunnabawy (laki²)

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published