🔎Petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم Mengobati Sembelit

🍯🍋🍯🍋🍯🍋🍯🍋🍯

بــــسم الله الرحمن الرحـــيم

🍃=================🍃

📜 Diriwayatkan At Tirmidzi dalam Jami’nya dan Ibnu Majah dalam Sunannya, dari hadits Asma binti Umais menceritakan bahwa:

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya,”Dengan apa engkau melancarkan buang air?”

Asma menjawab, “Dengan Syubrum.”

Beliau berkata, “Itu obat panas dan cepat reaksinya.”
Asma melanjutkan, “Aku juga melancarkan buang air kecil dengan sana.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Kalau ada obat yang menyembuhkan dari kematian, obat itu pasti Sana.”

🍋Dalam Sunan Ibnu Majah dari Ibrahim bin Abi Ailah menceritakan,

” Aku pernah mendengar dari Abdullah bin Ummu Hiram yang pernah sholat bersama صلى الله عليه وسلم sebelum dan sesudah berkiblat ke Ka’bah mengatakan,
” Aku pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

” Hendaklah kalian menggunakan Sana dan Sunuut. Karena padanya ada semua obat kecuali As Sam”.

Sebagian sahabat bertanya,
“Wahai Rasulullah, apa As Sam itu?”
Rasulullah menjawab: “Kematian”.

🍃Ucapan Nabi Dengan apa engkau melancarkan buang air?
→Yakni, melunakkan sehingga bisa berjalan lancar dan tidak pada posisi berhenti dan membahayakan karena kotoran tertahan di perut.

Obat pencahar juga disebut Obat pelancar.

🇸🇦Dalam bahasa arab masyiyyan dengan wazan fa’ilan.

🍃 Dalam riwayat lain Nabi juga bertanya,
” Dengan apa engkau mengobati sembelit?”
Asma menjawab, “Dengan Syubrum.”

→Syubrum adalah sejenis Obat tradisional yang terbuat dari kulit akar pohon.
Unsurnya panas dan kering mencapai tingkat keempat. Yang terbaik adalah yang agak kemerahan agak tipis dan ringan menyerupai kulit yang dilipat.
Secara umum kalangan medis tidak merekomendasikan karena berbahaya dan daya pencaharnya sangat kuat.

🍃Nabi sendiri juga bersabda : Obat itu panas dan cepat sekali reaksinya.

→Abu Ubay menandaskan, kebanyakan mereka menyebutkan dengan huruf yaa.

🔗Ada dua pendapat:

1⃣. Pertama,
panas dan cepat reaksinya.
Yakni kuat daya caharnya.
Dipilih Abu Hanifah Ad Dinawari.

2⃣. Kedua,
kata kedua itu hanya merupakan sifat untuk menguatkan sifat pertama.
Ini pendapat yang benar.

🇸🇦Dalam bahasa arab disebut taukid lafdzi tapi juga merupakan penguat yang disebut taukid ma’nawi.
Banyak sekali ungkapan yang mengaitkan kata dan sifat yang hampir sama lafadznya.
» Seperti hasan badan yakni orang yang kecantikannya sempurna.
» Kadang juga disebut hasan qasan.
» Demikian juga kata syaithan laithan dan haarr jaarr.
Padahal jaarr punya arti yang berbeda yaitu menarik atau menyeret yang mengenainya.

→Jadi karena saking panas dan kuat tarikannya seolah olah dapat mencabut dan melucuti sesuatu.

»Sementara kata yaarr secara bahasa sama dengan jaarr.
» Seperti kata: shihri, shiriij, shahara, shaharij (tangki) atau juga bisa merupakan sifat terpisah.

🌸 Secara bahasa Sana dilafadzkan dengan dua cara : sanna atau sana.
→Artinya sejenis tumbuhan dari Hijaz yang terbaik yang tumbuh di Makkah.
Ia adalah Obat yang mujarab dan aman dari efek samping cukup stabil panas dan kering sekali. Berkhasiat mencahar unsur kuning dan hitam serta memperkut otot jantung.
Itu merupakan manfaat yang baik sekali.

👍🏼Khasiat utamanya adalah menghilangkan gangguan atau luka dalam tubuh, menenggangkan otot, melebatkan rambut, menghilangkan kutu dan pusing berat, kudis gatal jerawat dan epilepsi.

👍🏼Lebih baik minum perasannya daripada makan dalam bentuk bubuk. Dosisnya tiga sendok makan.

🍒Jika dalam bentuk cair, lima sendok makan, dicampur dengan kismis merah lebih baik.

🌾Ar Rozi menandaskan Sana dan chahtriz dapat menghancurkan kotoran yang tajam, mengobati kudis dan gatal,
minum 4 sampai 7 sendok makan perhari.

🌸Adapun Sanuut ada delapan arti:

~ pertama, madu

~ kedua, bagian dari minyak samin yang mengeluarkan bintik pada permukaan minyak tsb.
Demikian ditandaskan Umar bin Abu Bakar As Sakati.

~ Ketiga, biji-bijian yang menyerupai jinten

~ keempat, jinten manis

~ kelima, razyanj.
Diceritakan Abu Hanifah Ad Dinawari dari masyarakat badui.

~ keenam, syabt

~ ketujuh, kurma

~ kedelapan, madu campur samin.

✅Yang terakhir lebih tepat dan lebih dekat dengan kebenaran.
Yakni Sana digunakan setelah ditumbuk, dicampur madu dan samin, kemudian diminumkan.

Itu lebih baik daripada diminum tunggal.
Karena campuran madu dan minyak samin menambah kualitas dan membantu proses pencahar.

📖Diriwayatkan At Tirmidzi dari hadits Ibnu Abbas secara marfu,

“Sesungguhnya yang baik terapi untuk kalian adalah sa’uuth (gurah), laduud, bekam dan obat pencahar.”

> Obat pencahar disini adalah yang melancarkan dan memudahkan buang air besar.

📤Sumber: Thibbunnabawy, Ibnul Qoyyim

✒ tim Thibbunnabawy
» bit.ly/thibbunnabawy

__________⏳
Publikasi: Sabtu, 18 Jumadil Awwal 1437H / 27 Februari 2016.

📲Channel Telegram:
» bit.ly/Majmuah_Bikum

🌐 Website:
»

🍯 Majmu’ah BIKUM 🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published