Djenkolism Dapat Berakibat Fatal (2)

Lanjutan..
_____

🔎 Djenkolism Dapat Berakibat Fatal

🔖Bagaimana cara menangani djengkolism ❓❓

Kebanyakan kasus djenkolism myembaik dalam 3 hari dengan tatalaksana suportif. Djenkolism ringan tidak membutuhkan tatalaksana spesifik selain kontrol nyeri dan hidrasi. Pada pasien dengan djenkolism berat yang diikuti dengan manifestasi anuria dan resiko gagal ginjal akut biasanya ditangani dengan menggunakan analgesik, hidrasi cepat, dan alkalinisasi urin dengan menggunakan natrium bikarbonat untuk meningkatkan solubilitasi asam jengkol (6). Pada praktek klinisnya, sulit untuk menemukan natrium bikarbonat, sehingga penanganan pasien dengan djenkolism dilakukan biasanya menggunakan minuman berkarbonat. Terkadang dibutuhkan intervensi pembedahan pada kasus pasien dengan djenkolism berat yang tidak memberi respon dengan tatalaksana konservatif. Irigasi uretra, pemasangan kateter urin dan stent juga dapat dilakukan untuk menangani obstruksi saluran kemih (5).

✅ Pencegahan Djenkolism

Mencegah terjadinya keracunan jengkol merupakan tantangan tersendiri di dunia kesehatan. Jumlah kasus yang jarang dan presentasi klinis yang tidak dipengaruhi oleh kuantitas dan cara penyiapan biji jengkol menjadikannya kejadian ini sulit untuk diperkirakan. Satu kelompok yang makan jengkol dengan jumlah yang sama tidak semuanya mendapatkan efek yang sama. Ditambah lagi sensitivitas tiap orang yang berbeda-beda terkait manifestasi djenkolism dan gagal ginjal akut yang berbeda pada tiap kejadian pada individu yang sama. Penelitian yang dilakukan mengajukan bahwa merebus biji djenkol pada cairan alkali dapat menghilangkan sifat asam yang berbahaya pada jengkol (8). Namun, belum ada bukti yang pasti jika praktek ini dapat diterima di masyarakat.

-Daftar pustaka-

Bunawan NC, Rastegar A, White KP, Wang NE. Djenkolism: case report and literature review. Int Med Case Rep J. 2014; 7: 79–84.Vigneaud VD, Patterson WI. The Synthesis of Djenkolic Acid. Department of Biochemistry, School of medicine, George Washington University.1936’ng PK, Nayar SK, Lau WM, Segasothy M. Acute renal failure following jering ingestion. Singapore Med J. 1991;32(2):148–149.Areekul S. Djenkol bean, djenkolic acid and djenkolism. J Med Assoc Thai. 1979;62(10):530–531.Areekul S, Muangman V, Bohkerd C, Saenghirun C. Djenkol bean as a cause of urolithiasis. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 1978;9(3):427–432.Segasothy M, Swaminathan M, Kong NC, Bennett WM. Djenkol bean poisoning (djenkolism): an unusual cause of acute renal failure. Am J Kidney Dis. 1995;25(1):63–66.Eiam-Ong S, Sitprija V. Tropical plant-associated nephropathy. Nephrology. 1998;4(5–6):313–319.West CE, Perrin DD, Shaw DC, Heap GH, Soemanto Djenkol bean poisoning (djenkolism): proposals for treatment and prevention. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 1973;4(4):564–570.

~ SELESAI ~

📖Faidah dari _dr. Emi Ummu Khonsaa’_

#djengkolism2 #infokesehatanbikum
〰〰〰〰〰〰〰〰✏
Dipublikasikan ; Ahad, 16 Jumadil Akhir 1439 H/ 04 Maret 2018 M.
🌐Website:
● http://bikumholistic.web.id
📠Telegram:
● http://bit.ly/Majmuah_Bikum

🍯🌻Majmu’ah BIKUM🌻🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published