Jinten putih ( Cuminum cyminum L )

🍃 Ensiklopedia Herba Anti kanker

IMG_20180719_213820_156

Jinten putih ( Cuminum cyminum L )

1⃣ Nama tanaman

Nama jintan untuk tiap daerah di Indonesia adalah :

Jintan Putih (Indonesia), Jinten Putih (Jawa), Ginten (Bali); Jinten Bodas (Sunda), Jhinten pote (Madura); Jeura engkut, Jeura putih (Aceh), Jinten pute (Bugis).

2⃣ Klasifikasi Tanaman

▶ Cuminum

Cyminum L. dikenal dengan nama biji Jintan putih. Klasifikasi tanaman ini adalah sebagai berikut:

Kingdom. : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Divisio. : Magnoliophyta

Klas : Magnoliopsida

Subklas : Rosidae

Bangsa. : Apiales

Suku : Apiaceae / Umbelliferae

Marga : Cuminum

Jenis. : Cuminum Cyminum L.

3⃣ Morfologi Tanaman

Tanaman jintan putih merupakan tanaman terna, tinggi 1,5-5 meter. Batang bergaris-garis dan tidak berbulu. Berbentuk pita, panjang 3-10 cm. Bunga berbentuk payung, panjang mahkota bunga 1 mm, warna putih atau merah. Panjang buah 5 mm-7, dan lebar 3 mm. Tanaman ini mempunyai batang kayu dan daunnya bersusun melingkar dan bertumpuk. Daun jintan putih mempunyai pelepah daun seperti ranting-ranting kecil. Bentuk daun jintan putih tidak berwujud lembaran, tetapi lebih mirip benang-benang kaku dan pendek. Warna dominan tumbuhan ini hijau dan bunganya berukuran kecil berwarna kuning tua ditopang oleh tangkai yang agak panjang (Heyne, 1987).

4⃣ Habitat dan Penyebaran

Jintan putih dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti misalnya di daerah India utara dekat kaki pegunungan Himalaya, selain itu juga terdapat banyak di Meksiko, dan Thailand. Di Indonesia meskipun dapat tumbuh, pada umumnya kurang baik (Ipteknet, 2005).

5⃣ Kandungan Kimia

Tanaman ini mengandung minyak atsiri, luteolin,apigenin, minyak lemak, hans, dan zat samak. Biji jintan putih mengandung unsur minyak menguap (terbang) sebanyak kurang dari 8 %. Komponen utama dalam minyak menguap adalah cuminal dan safranal (sejumlah 32% dan 24%). Komponen lain yang berisi lebih dari 1 % adalah monoterpen, sesquiterpen, aldehid aromatik dan oksida aromatik. Komponen lain yang jumlahnya kecil adalah terpen, terpenol, terpenal, terpenon, ester terpen, dan komponen aromatic (Sahelian, 2005).

Komponen yang diduga mempunyai aktivitas antikarsinogenik dari Cuminum Cyminum L. salah satunya adalah senyawa glikosida laktonsesquiterpen (Takayanagi et al., 2003). Bentuk senyawa tersebut adalah glikosida yang mempunyai karakter dapat larut di dalam pelarut yang relatif polar salah satunya adalah etanol. Oleh karena itu proses ekstraksi dengan pelarut etanol dapat melarutkan senyawa glikosida dari biji jintan putih.

6⃣ Penelitian

Berdasarkan hasil-hasil pengujian secara praklinis, dapat disimpulkan bahwa Cuminum Cyminum L.memiliki sifat sebagai antibakteri, antikarsinogenik, antigenotoksik, antihiperglikemia, antimikrobia, antioksidan, antispasme, karminatif, digestif, larvasidal (Takayanagi et al., 2003).

Sebuah penelitian membuktikan bahwa biji Cuminum Cyminum L. dapat menghambat pertumbuhan tumor lambung dan tumor leher rahim pada tikus akibat pemberian Benzo[a]piren (Gagandep et al., 2003).

➡ Sumber CCRC Farmasi UGM

#ensiklopediherbakanker #infoherbalbikum

〰〰〰〰〰〰〰〰🎁

Dipublikasikan ; Jum’at, 12 Rajab 1439 H/ 30 Maret 2018 M.

🌐Website:

http://bikumholistic.web.id

📠Telegram:

http://bit.ly/Majmuah_Bikum

 

🍯🌻Majmu’ah BIKUM🌻🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published