Panduan Diet pada Pasien Diare

PANDUAN DIET PADA PASIEN DIARE

dr. Franz Sinatra Yoga, M.Bmd

Diare adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas baik di negara maju maupun negara berkembang. Diare dikategorikan menjadi akut atau kronis dan menular atau tidak menular berdasarkan durasi dan jenis gejala. Diare akut didefinisikan sebagai episode yang berlangsung kurang dari 2 minggu. Infeksi paling sering menyebabkan diare akut. Diare kronis didefinisikan sebagai diare durasi yang berlangsung lebih lama dari 4 minggu dan cenderung tidak menular. Penyebab umum meliputi mal-absorpsi ,  inflammatory bowel disease, dan efek samping obat.¹

Diet seseorang sangat penting jika seseorang mengalami diare. Beberapa makanan bisa membantu meredakan gejala diare. Beberapa makanan lain bisa membuat diare semakin parah saat dikonsumsi. Berikut makanan dan minimuman yang sebaiknya dikonsumsi dan sebaiknya dihindari selama menderita diare. ¹-⁴

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi 

1⃣ Makanan hambar

Orang dengan diare harus makan makanan hambar, karena makanan pedas atau berasa bisa mengiritasi perut. Makanan hambar dapat ditoleransi dengan baik dan dapat memperbaiki gejala diare yaitu meliputi serealia panas, seperti oatmeal, krim gandum, atau bubur nasi, pisang, saus apel, sup/kaldu, nasi putih polos, roti, kentang rebus, serta biskuit tak berbumbu. Makanan ini mungkin sangat membantu pada hari pertama menangani diare. Mengonsumsi banyak makanan kecil sepanjang hari juga dapat membantu menjaga sistem pencernaan agar tidak bekerja terlalu keras.¹

2⃣ Probiotik

Makanan probiotik, seperti yogurt dan kefir, dapat membantu dalam beberapa kasus. Probiotik membantu pencernaan dengan memperbaiki keseimbangan bakteri baik dan buruk di usus. Namun penggunaan probiotik atau prebiotik untuk pengobatan diare akut pada orang dewasa kurang dianjurkan, kecuali pada kasus diare akibat konsumsi antibiotic ( _post-antibiotic-associated illness_ ). Probiotik sangat dianjurkan pada diare anak untuk membantu menyeimbangkan flora normal di usus.¹•²

Minuman yang Sebaiknya Diminum

Aspek penting dari manajemen diare adalah memperbaiki cairan dan kehilangan elektrolit. Pasien harus didorong untuk minum jus buah, Pedialyte atau Gatorade. Orang dengan diare harus minum banyak air sepanjang hari dan harus minum secangkir tambahan air setiap buang air besar. Minum banyak air membantu mencegah dehidrasi dan membuang racun ke luar tubuh. Namun, begitu juga dengan air, tubuh juga kehilangan mineral dan elektrolit melalui diare. Orang harus mencoba untuk minum cairan yang mengandung mineral dan elektrolit untuk mengisi kembali yang hilang. Sumber elektrolit dan mineral meliputi kaldu sup, air kelapa, air elektrolit dan minuman olahraga.¹

⛔ Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Banyak makanan bisa memperparah diare dan sistem pencernaan. Rekomendasi makanan untuk pasien diare yaitu mengikuti pola makan reguler dan membatasi asupan pemicu diare, seperti alkohol, kafein, makanan pedas, dan lemak.

1⃣ Makanan Pedas

Bahan pedas bisa menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan. Baru-baru ini, sebuah penelitian cross-sectional besar pada orang dewasa Iran melaporkan bahwa konsumsi makanan pedas setidaknya sepuluh kali per minggu secara substansial meningkatkan kemungkinan menderita IBS pada wanita. Capsaicin dianggap sebagai komponen aktif dalam cabai merah yang bertanggung jawab atas efek makanan pedas pada saluran GI. Capsaicin mempercepat transit GI melalui potensial reseptor tranferent tipe vanilloid tipe 1 (TRPV1) yang menyebabkan sensasi terbakar dan nyeri pada individu sehat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa suplementasi capsaicin memperparah nyeri perut dan peradangan pada pasien IBS.³

2⃣ Makanan Berlemak

Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak atau minyak saat diare. Lemak dan minyak bisa menjadi sulit untuk diproses bagi sistem pencernaan yang sensitif dan kemungkinan akan membuat gejala menjadi lebih buruk. Sebagai konsekuensinya, penghindaran makanan berlemak merupakan salah satu pendekatan diet yang paling sering dipertimbangkan oleh pasien diare untuk perbaikan gejala. Penelitian berbasis laboratorium telah menunjukkan bahwa lipid duodenum menghambat motilitas usus kecil dan mengganggu pembersihan gas usus, mendorong retensi gas dan kembung. Lipos duodenal juga meningkatkan hipersensitivitas kolorektal dengan meningkatnya persepsi distensi rektum pada pasien IBS.³

3⃣ Makanan Berserat Tinggi

Meskipun peningkatan asupan serat makanan telah lama dipercaya untuk memperbaiki sistem pencernaan, pandangan ini sebagian besar telah direvisi. Pada beberapa pasien, penggunaan serat sebenarnya dapat memperburuk gejala dan meningkatkan rasa sakit pada perut, kembung dan membuat gejala diare menjadi lebih buruk.³

Efektivitas serat sering dibahas dalam hal serat larut dan tidak larut, dengan rekomendasi untuk meningkatkan asupan serat larut dan mengurangi asupan serat yang tidak larut. Serat yang tidak larut adalah penyebab utama dan dapat ditemukan pada makanan seperti biji-bijian, seperti gandum, beras, dan barley, roti gandum atau roti, sereal gandum, kacang dan biji. Serat larut, seperti pektin yang ditemukan di apel dan pisang, benar-benar dapat membantu seseorang pulih dari diare, namun seseorang tetap harus berusaha membatasi asupannya setidaknya untuk hari pertama gejala.³

4⃣ Makanan lain tidak untuk dimakan ❌❌

Makanan lain yang bisa mengiritasi perut selama diare antara lain bawang merah dan bawang putih, makanan olahan, makanan kemasan, sayur mentah, makanan yang menghasilkan gas di usus, seperti kol, brokoli, dan kembang kol, buah sitrus, daging berlemak, termasuk ikan sarden, daging babi, dan daging sapi muda, dan produk susu.¹•³

⛔ Minuman yang Sebaiknya Tidak Diminum

Minuman berkarbonasi atau bersoda harus dihindari, karena bisa mengiritasi sistem pencernaan dan membuat gejala diare memburuk. Minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan soda dapat menggandakan sistem pencernaan dan juga membuat gejala menjadi lebih buruk. Kopi berkafein telah dibuktikan dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan aktivitas motorik kolon pada individu sehat. Kopi juga telah dilaporkan menstimulasi aktivitas motor rectosigmoid dan menyebabkan efek pencahar pada orang yang rentan. Minuman berkarbonasi juga bisa mengiritasi atau berkontribusi pada gejala lain, seperti kembung dan kram. Orang juga harus menghindari alkohol saat berhadapan dengan diare. Alkohol diketahui mempengaruhi motilitas, penyerapan, dan permeabilitas saluran GI. ³•⁴

Sumber:

Nemeth V, Pfleghaar N. Diarrhea. [Updated 2017 Oct 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2017 Jun-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448082/.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448082/.Riddle MS , DuPont HL, Connor BA. ACG Clinical Guideline: Diagnosis, Treatment, and Prevention of Acute Diarrheal Infections in Adults. Am J Gastroenterol 2016; 111:602–622; doi: 10.1038/ajg.2016.126; published online 12 April 2016.Cozma-Petruţ A, Loghin F, Miere D, Dumitraşcu DL. Diet in irritable bowel syndrome: What to recommend, not what to forbid to patients! World Journal of Gastroenterology. 2017;23(21):3771-3783. doi:10.3748/wjg.v23.i21.3771.McKenzie YA, Bowyer RK, Leach H, Gulia P, Horobin J, O’Sullivan NA, Pettitt C, Reeves LB, Seamark L, Williams M, et al. British Dietetic Association systematic review and evidence-based practice guidelines for the dietary management of irritable bowel syndrome in adults (2016 update) J Hum Nutr Diet. 2016;29:549–575.
Faidah dari dr. Emi Ummu Khonsaa’
#infokesehatanBIKUM #DietPadaPasienDiare
〰〰〰〰〰〰〰〰
Dipublikasikan ; Kamis, 13 Jumadil Awal 1439 H/ 1 Maret 2018 M.
Website:
● http://bikumholistic.web.id
Telegram:
● http://bit.ly/Majmuah_Bikum

Majmu’ah BIKUM

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published