Mengurangi Formalin dalam Makanan

 

Mengurangi Formalin dalam Makanan

⛱⛱⛱⛱

FORMALIN !

Kata yang kerap terdengar dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir bisa dipastikan semua kalangan masyarakat pernah mendengar kata tersebut. Bahkan mungkin ada yang “gregetan” dengan yang satu ini.

Di Indonesia, formalin erat sekali kaitannya dengan makanan. Ada tahu mengandung formalin, bakso mengandung formalin, dan mie juga mengandung formalin.

Ketika kita curiga bahan makanan atau makanan yang kita tercampur dengan formalin, Bagaimana sikap kita?

Apa itu formalin?

 

Menurut ilmu kimia, formalin adalah zat (senyawa) kimia organik yang termasuk golongan kelompok senyawa aldehid.

Nama kimia formalin adalah _formaldehid_ dengan rumus molekul HCHO.

Formalin merupakan nama perdagangan untuk formaldehid.

Formaldehid tidak berwarna dan berbentuk gas tetapi dapat larut dalam air(400g/L).

Formalin adalah bentuk formaldehid dalam air dengan kadar sebesar 40 % (volum) dan 37 % (berat) dan ditambahkan juga sedikit stabilisator berupa methanol (10-12 %) untuk mencegah terjadinya polimerisasi.

 

Formalin bersifat toksik dan telah diklasifikasikan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2004 sebagai zat yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Selain itu juga berpengaruh pada kerja hati dan ginjal.

 

Apa gunanya formalin?

 

⏱Formalin biasanya di gunakan untuk mengawetkan bagian tertentu dari makhluk hidup (specimen) guna keperluan penelitian.

 

Selain itu penggunaan formalin dalam industri sangat luas seperti pada;

Industri kayu, kertas dan tekstil.

 

Formalin dalam kadar yang rendah biasa digunakan sebagai desifektan.

 

Dan penggunaan formalin yang sangat meresahkan adalah penggunaannya sebagai pengawet pada bahan makanan seperti ; sayur, buah,ikan,dan daging.

Di Indonesia formalin banyak di gunakan pada banyak jenis bahan makanan olahan seperti; mie,ikan,dan daging.

 

Formalin Makanan

 

Untuk mengenali apakah suatu bahan makanan berformalin atau tidak, sebenarnya bisa dilakukan tes uji formalin. Tes ini bisa dilakukan di rumah,tidak perlu harus di laboratorium. Berbagai merek tes kit formalin sudah banyak di jual di pasaran. Cuma harganya mungkin relatif agak tinggi, masih berkisaran ratusan ribu. Tetapi jika pun tidak tersedia tes kit untuk formalin di rumah, ada beberapa cara untuk mengurangi dan menghilangkan formalin pada bahan makanan.

 

⛽Formalin Alami⛽

 

Menurut WHO tahun 1989 formaldehid juga dapat di temukan secara alami pada makanan mentah seperti buah dan sayuran dengan kadar(3,3-17,3 ppm), daging(5,7-20 ppm),susu dan produk susu (1,0-3,3 ppm),serta ikan (1,0-98 ppm)

SEKEDAR INFORMASI

1 ppm = 1 mg/ L

 

Sumber lain,seperti di laporkan oleh Arthur YAU, Scientific Officer, Risk Communication Section. Centre for Food Safety, The Government of the Hongkong Special Administrative Region, 2007. Juga menyebutkan kandungan formaldehid alami dari apel sebanyak 6,3-22,3 mg/kg, pisang 16,3 mg/kg, kembang kol 26,9 mg/kg, buah pier 38,7-60 mg/kg, jamur shitake kering 100-104 mg/kg, dan jamur shitake basah 6-54,4 mg/kg.

 

Pada beberapa jenis ikan di ketahui bahwa tubuh ikan mengandung zat kimia yang di kenal dengan nama trimetil ,aminoksida (TMAO).

TMAO terurai menjadi formaldehid dan dimetilamine dalam perbandingan yang sama setelah ikan mati. Akumulasi dapat terjadi pada ikan laut selama proses pembekuan .

 

⛔US Environmental protection Agency (EPA) menyatakan bahwa dosis maksimum formaldehid yang dapat di konsumsi oleh manusia setiap harinya adalah 0,2 mg/kg berat badan.

Tetapi jika terpapar formaldehid lebih dari yang di sarankan tersebut maka akan berpotensi mengganggu kesehatan manusia. (Data EPA tahun 1999).

 

Di sisi lain WHO juga menyatakan bahwa formaldehid tidak bersifat karsinogenik jika tertelan.

 

Diet seimbang akan sangat membantu untuk mengatasi kekhawatiran akan formaldehid dalam tubuh manusia.

 

Khusus untuk semua bahan makan yang berpotensi mengandung formalin di Indonesia seperti: bakso,mie basah, tahu, ikan asin,dan lainnya, di karenakan formaldehid bersifat

mudah larut dalam air, disarankan untuk mencuci semua bahan makanan tersebut sebelum di konsumsi.

Di karenakan formaldehid mudah menguap, maka di sarankan untuk memasak bahan makanan tersebut terlebih dahulu sebelum di konsumsi.

Dengan demikian pengurangan kandungan formalin di dalamnya sudah di lakukan.

Tetapi satu hal yang perlu di ingat ternyata formalin juga di hasilkan juga oleh bahan makanan secara alami seperti : ikan,buah dan sayur.
Tips Menghilangkan Formalin

Cara menghilangkan dan mengurangi formalin pada bahan makanan adalah sebagai berikut;

1.Pada sayur
Rendam sayuran pada air garam (air:garam = 90:10) selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air bersih.
Proses ini dapat menghilangkan hampir 95% formalin pada sayuran.

Bisa juga dengan merendam sayuran dengan air dingin atau air hangat yang di tambahkan sedikit sabun pencuci piring. Hal ini juga dapat membantu menghilangkan formalin pada sayur.

2.Pada Buah
Rendam buah pada air garam selama 1 jam. Proses ini dapat menghilangkan 95% formalin pada buah. Atau mudahnya 1 sendok teh garam untuk setiap satu gelas air.

Atau semprotkan air cuka (1 mangkok cuka untuk 3 mangkok air) selama 30 menit dan kemudian cuci dengan air bersih.

Seperti pada sayur,buah dapat di rendam dengan air dingin atau air hangat yang di beri sedikit sabun untuk cuci piring.

Cara yang paling mudah adalah dengan mengupas kulit buah sebelum di konsumsi.

*_3.Pada Ikan_*
⏳Perendaman ikan selama 1 jam akan menghilangkan formalin sebanyak 60%. Jika di rendam selama 1,5 jam akan menghilangkan formalin sebanyak 90%.

☕Tetapi jika ikan di rendam dalam air cuka (cuka:air=20:80) maka 100% formalin akan hilang. Penggunaan 90% air cuka dapat menghilangkan formalin hanya dalam 15 menit dan tentu saja hal ini akan berpengaruh pada rasa ikan yang di rendam.
•••●✿❁✿●•••

✍ Dr. Ritmaneli, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Tribun Jogja.
Dipublikasikan pada hari Rabu 22 Shafar 1440 H / 31 Oktober 2018 M

❃❀❃❀❃❀❃❀❃❀❃❀❃

http://t.me/Majmuah_Bikum
http://bikumholistic.web.id

Majmu’ah BIKUM

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published