Gangguan Jiwa (3)

🌀 Bipolar

Jika depresi gejalanya adalah kesedihan yang mendalam, maka bipolar adalah gabungan dari depresi dan manik ( gembira berlebihan ), sesuai dengan namanya. Bi = dua. Polar = kutub. Bipolar = dua kutub, yaitu manik dan depresi. Manik dan depresi tersebut datang silih berganti dalam periode, frekuensi, dan pola yang bisa berbeda-beda tiap orangnya, kadang ada periode normal diantaranya.

Gangguan ini belum banyak dikenal orang. Padahal gangguan ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas, masalah dalam hubungan dengan orang lain, kehilangan yang cukup banyak dalam ekonomi, dan resiko yang tinggi untuk melakukan tindakan berbahaya baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Seperti apa manik itu ? Pada dasarnya manik adalah kondisi dimana perasaan atau mood seseorang meningkat. Merasa senang berlebihan, minat dan ide yang sangat banyak, berenergi atau semangat, dan cenderung tidak bisa diam. Keadaan tersebut minimal bertahan selama 4 hari.

Gambaran lain dari manik adalah biasanya seseorang yang manik banyak bicara ( kadang susah disela saat bicara ), hiperaktif, mudah marah, bicara jadi lebih lantang, cepat, dan sulit dimengerti. Seringkali juga pembicaraannya loncat-loncat dari satu hal ke hal yang lain. Seseorang yang manik sangat mudah dialihkan perhatiannya, kepercayaan diri dan optimismenya tinggi, kadang disertai waham ( misalnya merasa dirinya orang paling kaya di dunia ). Tidak hanya itu, seseorang yang manik juga bisa merugikan dirinya sendiri seperti melakukan tindakan sembrono tanpa berpikir panjang ( kebut-kebutan, seks bebas ), investasi bisnis dimana-mana tanpa perhitungan karena sangat yakin akan sukses, membagi-bagikan uang, belanja berlebihan, dll.

Selain manik, ada istilah hipomanik. Yaitu sebutan untuk episode manik yang lebih ringan. Jika digambar grafik, gunung hipomanik tidak setinggi manik. Tapi bisa meningkat menjadi manik.

Ada juga istilah campuran ( mixed ) dimana manik dan depresi terjadi dalam waktu bersamaan.

Atau ada istilah siklus cepat untuk manik dan depresi yang bergantian sangat cepat selama perjalanan penyakitnya.

Berada dalam pergantian mood yang ekstrem seperti manik dan depresi tentu tidak mudah. Tetapi dengan penanganan yang tepat yaitu kombinasi dari terapi obat, psikoterapi, dan dukungan lingkungan, penderita bipolar bisa berfungsi normal tanpa gejala, walaupun kemungkinan untuk kambuh tetap ada. Bipolar lebih dari sekedar ‘moody’. Penderitanya perlu pertolongan dan dukungan.

 

🌀 Gangguan Cemas 🌀

Yang dimaksud gangguan cemas adalah rasa cemas yang berlebihan, tidak masuk akal, misalnya cemas akan terjadi sesuatu yang tak menyenangkan, padahal tidak ada yang perlu dicemaskan.

Selain dari gejala diatas, terdapat pula gejala kecemasan atau ketegangan seperti ketegangan mental dan fisik. Ketegangan mental misalnya bingung, rasa tegang, gugup, dan sulit memusatkan perhatian. Ketegangan fisik misalnya gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak bisa santai. Ada juga gejala fisik seperti pusing, berkeringat, denyut jantung cepat atau keras, mulut kering, dan nyeri perut. Didalam gangguan cemas dibagi lagi menjadi fobia, gangguan cemas menyeluruh, gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dll.

Sebagai contoh, seseorang sedang berbelanja di supermarket, lalu ia terpisah dengan temannya. Tiba-tiba ia merasa ketakutan, asing dengan dunianya, berdebar, keringat dingin, takut sesuatu buruk akan menimpa dirinya, pusing, dan seperti ingin pingsan. Ia khawatir berlebihan akan hal yang tidak masuk akal, padahal jika terpisah dengan temannya di supermarket bisa dihubungi lewat handphone atau menunggu di kasir dan sebagainya. Serangan ini disebut gangguan panik jika terjadi berkali-kali dan serangannya berat dalam 1 bulan.

•••●✿ Hal. 3 ✿●•••

 

✍🏼 Dipublikasikan pada hari Kamis 21 Rabi’ul Awwal 1440 H / 29 November 2018 M

 

❃❀❃❀❃❀❃❀❃❀❃❀❃

http://t.me/Majmuah_Bikum

http://bikumholistic.web.id

 

🍯🌻Majmu’ah BIKUM 🌻🍯


 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published