Gangguan Jiwa (4)

🌀 Psikosomatik 🌀

Psikosomatik adalah keluhan fisik yang didasari adanya proses psikologis yang berkaitan dengan mekanisme adaptasi stres di sistem otak terutama di bagian bernama Hipotalamus serta jalurnya yang menuju organ penghasil hormon-hormon tubuh. Pada suatu kondisi stres yang berlangsung lama, daya tahan adaptasi manusia terhadap stres berkurang sehingga mengaktifkan sistem ‘alarm’ stres di otak yang berkaitan dengan hormon stres ( kortisol ), adrenalin, serta sistem saraf yang mengatur kerja organ-organ tubuh.

 

Karena itu gejala yang timbul adalah gejala-gejala fisik, walaupun tidak ditemukan kelainan jika dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan seperti rekam jantung, USG, dll. Semuanya merupakan proses psikologis yang berkaitan dengan sistem hormonal dan zat kimia otak pengatur organ-organ tubuh.

 

Banyak orang mengeluh sakit ini itu yang tidak sembuh-sembuh, bolak-balik ke dokter untuk keluhan yang sama, menghabiskan biaya besar untuk berbagai cek laboratorium, tapi hasilnya normal.

Jika seperti itu perlu dipikirkan apakah ada stres berkepanjangan yang bisa jadi merupakan sumber dari keluhan itu. Dan kadang stresnya tidak harus berupa hal yang jelas.

 

Untuk kasus-kasus psikosomatis, seringkali dokter memberikan obat yang memang berpotensi menyebabkan ketergantungan. Karena itu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter yang ahli dalam menangani kasus psikosomatis yaitu dokter spesialis kejiwaan  ( psikiater ). Selain mengerti masalah kejiwaan, psikiater juga mengerti dan biasa menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis terkontrol dan pemberiannya selalu dipantau.

 

Biasanya bukan merupakan obat untuk selamanya, tetapi hanya digunakan sementara dan ada waktu maksimalnya agar tidak menimbulkan efek ketergantungan. Memang ketergantungan obat merupakan salah satu alasan mengapa banyak orang tidak mau mencari pertolongan dari psikiater.

Padahal pada dasarnya tidak ada seorang psikiater yang ingin mencelakai pasiennya.

Pasien-pasien gangguan jiwa memang butuh obat untuk menyeimbangkan zat kimia di otaknya. Dan setiap pasien berbeda. Semua akan berjalan baik jika rutin berkonsultasi.

•••●✿ Hal. 4 ✿●•••

 

✍🏼 Dipublikasikan pada hari Kamis 21 Rabi’ul Awwal 1440 H / 29 November 2018 M

 

❃❀❃❀❃❀❃❀❃❀❃❀❃

 

http://t.me/Majmuah_Bikum

http://bikumholistic.web.id

 

🍯🌻Majmu’ah BIKUM 🌻🍯

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published